Daus Gonia || Cacatan Pribadi

  • Archive
  • RSS

Behind The J

Bangun, shufling lagu di itunes. lalu mengalun sebuah lagu, Behind the J. sebuah lagu berirama reggae dari Band Shore. lumayan menyemangatkan, ditengah semua drama deadline dan apapun juga awal desember yang tampak akan menyenangkan.  Hari ini berasa hari pertama lagi di Bandung, dengan tanggal 1, tanggal yang pasti penuh dengan arsip dan jadwal untuk meeting, setelah beberapa hari sebelumnya terombang-ambing di beberapa kota campaign beberapa brand, kerja dan entah untuk apa mungkin menghilangkan penat. 

Behind the J. J yang gw yakin seyakin-yakinnya kalo bumi itu berputar bahwa J itu kependekan dari Jakarta. Karena lagu ini memang menceritakan tentang jakarta. 

“Oh jakarta, tak kutemukan bahagia”

“yang ada hanya derita.. Jeritan jiwa”

“Orang bilang, jakarta kota terindah”

“Terindah bagaikan surga”

“Surga macam apa ? “

Dentuman irama reggae, untaian lirik yang bagus. dua vokal yang saling mengiring, vokal wanita mengalun disusul vokal seorang pria. 

it’s magical.  

Kota jakarta, kota yang katanya hampir 80% uang indonesia itu beredar disana. Kota yang saya  jauhi dari semenjak kuliah. Jauhi untuk tidak hidup disana. Entah karena apa, mungkin karena dulu selulus SMA saya pernah nyasar pas mau test ke STAN, serius. Temen-temen saya pun banyak yang kerja disana, dan berhubung saya orangnya terkadang nyinyir level impossibru. Kalimat semacam “Emang uang di Bandung udah habis ya ? pada ke jakarta ?” itu pasti sering terlontar dari mulut kurang ajar ini.

Saya selalu ngebayangin kalo saya kerja di sana, misal kerja kantoran. Masuk kerja jam 9 pulang jam 5, banyak yang bilang perjalanan mereka tuh hampir menghabiskan berjam-jam untuk bolak balik ke kantor. berhubung saya itu pemalas, dan bagi orang pemalas, waktu itu sangat istimewa karena waktu rajinnya pun jarang. Nah kalo lagi rajin terus kejebak macet? gimana mau produktif? ada temen saya yang kerja di salah satu bank di jakarta menjuluki dirinya sendiri itu Vampir, dia ga pernah ngeliat matahari dikala senggang, karena harus berangkat jam 5 pagi dan pulang jam 9 malam. I ca’t live with that. 

Satu hal lagi tentang jakarta, ini entah temen-temen saya yang apa deh atau gimana, kebanyakan mereka kerja di Jakarta tuh karena ga dapet kerja di kota yang mereka inginkan. Semacam, “ya sudahlah mau gimana lagi ?”. Tapi ada yang keren juga sih, ada beberapa temen kerja di jakarta dengan tujuan “Untuk mencari ilmu baru”, “Mencari networking” dan hal-hal keren lainnya. Itu keren, hingga tadi pagi dengan mata yang belum mandi saya ditanya sama seseorang yang merupakan diri diri saya sendiri “Lo takut us kerja di jakarta ? Lo takut memulai sesuatu hal yang baru, lingkungan baru dan temen-temen baru ? ” hahaha.. pertanyaan yang sampai sekarang belum terjawab karena ga usah dijawab juga sih.. 

Yang konyolnya adalah, saya sebagai freelancer kebanyakan kerjaannya dapat dari jakarta, harusnya saya tinggal disana malah. Pasti lebih dari 2 kali dalam sebulan saya ke kota tersebut, untuk meeting ataupun untuk menghadiri beberapa event. Tapi sampai saat ini, belum sempat terpikir juga untuk menetap disana. Saya lebih memilih untuk menempuh perjalanan bolak balik jakarta Bandung yang lebih dari 5 jam untuk meeting yang sekedar 30 menit dibandingkan saya harus tinggal disana.. saya lebih memilih hari senin ke jakarta, pulang ke Bandung lalu ke Jakarta lagi lusanya dibandingkan menatap disana… 

Terlepas dari berani apa engga saya menetap disana, atau Bandung adalah comfort zone saya, damn I LOVE BANDUNG.. dan saya masih menetap disini, lebih dari 7 tahun di kota yang penuh inspirasi ini. Bahkan sekarang, saya menulis ini pun di Kota Bandung yang hebat, yang saya sendiri ga tau mau sampai kapan di kota ini. 

    • #Lagu
    • #cerita
  • 1 year ago
  • 3
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

About

Cacatan ini dibuat dengan beberapa bahan dasar imajinasi, Keseharian, nikotin, pola pikir, alur kebaikan, Imaji dan nasi.

Twitter

loading tweets…

  • RSS
  • Random
  • Archive
  • Mobile
Effector Theme by Pixel Union