PAKCOY!!
#FF @gennasatria @frzlt @dimsoer @sehingga @egofauzy @novandria
Twitter, membuat saya kenal sama banyak orang. Bermula dari 140 karakter hingga akhirnya ketemu sama beberapa orang aslinya.
Iseng aja kita bikin Bio yang berantai, karena banyak kerjaan sebenernya. Bukan ga ada kerjaan, karena bersenang-senang dan iseng seperti ini yang bisa menjaga kita dari kewarasan deadline dan pekerjaan.
Follow ajalah mereka, segerombolan amuba-amuba, yang bisa meramaikan Timeline.
MAJU TAK GENTAR, MEMBELAH YANG BENAR!!







Cari Duit Di Twitter
Berawal dari timeline di twitter sih, ada yang meretweet sebuah twit yang bahkan dari siapa itu gw ga tau, tapi menarik. Soalnya dia mengkasihani orang-orang yang cari duit di Twitter.
Kemudian entah kenapa jadi pengen kultwit, mungkin karena hari itu hari Kamis dan gw baru bangun pagi dan belum sarapan.
Beginilah kultwitnya
Setelah membaca twit yang katanya kasian cari duit di twitter https://twitter.com/ruhlelana/statuses/172509616670908416 #duitDiTwitter
Mau sharing aja, cari duit di twitter itu ga cuma dengan jadi buzzer kok… Banyak caranya.. Gw mau sharing salah satunya #duitDiTwitter
Begini caranya, mulai #duitDiTwitter #terlaluserius
1. Buka browser dan kunjungi http://twitter.com kemudian pencet/klik sign in #duitDiTwitter

2. Isi username dan password kemudian pencet sign in lagi kalo sudah punya akun, kalo belum, mandi. #duitDiTwitter

3. Setelah berhasil login, kamu akan melihat timeline.. Kebetulan di sini ada Asep. pencet Menu Discover #duitDiTwitter

4. Di halaman discover, isi field “enter a hashtag or keyword” dengan “Duit” #duitDiTwitter

5. Tuh banyak!! Selesai #kumahaaing #duitDiTwitter

Semudah itu.. *kemudian banyak yang unfollow* :)))
randRange(2011,2012)
Di sini pagi loh sekarang, hari ke tiga di Tahun 2012. Tahun yang baru katanya, dan semua orang sibuk urus-urus resolusi. Dan untuk gw, konsep perayaan tahun baru mentok pada pemikiran.. Ini sebenarnya konspirasi antara pembuat kalender, pabrik petasan, dan para penggila keramaian.
Inilah hari ke tiga di tahun 2012, buat gw. Gw yang udah beberapa hari ini ngerasa kurang tidur, banyak banget kerjaan. Tapi apalah kita manusia, lebih baik kurang tidur kan? Daripada kurang ajar, atau kurang kasih sayang? :p
Lalu, apa gw juga harus ngebuat resolusi untuk 2012? Mmmmm, kalopun harus, KENAPA YANG KEPIKIRAN ADALAH JADI MAYOR FOURSQUARE DI MASJID ISTIQLAL??? Hihi. Kadang gw bingung.. Everybody love surprise. Kejutan biasanya menyenangkan, mostly sih. Nah yang gw bingung adalah.. Kita harus punya rencana? Kenapa ga shuffle aja jalan hidupnya? Semacam KUNFAYAKUN.. Apa yang terjadi, jadianlah.. Eh.. Apa yang terjadi terjadilah :p
Apapun itu, resolusi lah atau apalah.. Ini bukan karena tahunnya yang baru.. Tapi ya, setelah gw memutuskan resign tahun kemaren.dan Sekarang gw punya banyak waktu luang, gw jadi menyadari kalo selama ini gw jauuuuuh dari Tuhan. Tuhan yang manis, juga keren, Tuhan yang sengaja nyiptain semesta lalu disematkannya gw beserta ceritanya. Yap, gw pengen 2012 ini bisa ngebenerin feature spiritual di diri gw. Dan…. Gw pengen lebih punya banyak “me time”.. As simple as that tentang 2012 gw :)
Dan 2011!!! Damn, tahun yang magical banget lah. Tahun yang lumayan bisa banget nambah banyak ilmu. Hampir dapet investor yang satu visi untuk ngebuat konten pembelajaran, resign dari kantor dan nanggalin status tukang jual kaos di kantor sebelumnya, gerilya gerkan pojok pendidikan, kenal banyak orang-orang baru. Itu priceless!!
Indahnya lagi Tahun 2011, karena gw udah full jadi self employed dan ga harua masuk kantor tiap hari dari semenjak agustus. Gw ambil kerjaan freelance yang kebanyakan di luar Bandung. Dan jalan jalan lah gw ke beberapa kota di Indonesia dengan gratis dan menyenangkan.
Fun!! Kayanya kata yang cocok buat ngegambarin 2011. Kenal banyak orang dari berbagai profesi, dapet benerapa partner kerja yang keren-keren, dapet banyak teman baru. Life is good, no?
Apapun itu. Tahun, bulan, minggu, hari, jam, detik. Itu cuma bentuk dari perulangan waktu, berbuah kenangan. Manis, Pahit, apalah asal tidak hambar. Dan waktu, manusia, hidup bukanlah selalu tentang Lahir, sekolah, bekerja, berkeluarga, lalu mati. Hidup itu bisa sesederhana lo ngeliat langit (bukan langit-langit) , indah, semua orang bisa, tapi ga semuanya mau. Hidup itu bisa semenyenangkan saat hujan turun dan lo hujan-hujanan, tanpa harus berpikir itu membuat basah. Hidup itu bisa jadi seperti lo lari, mau ke suatu tempat yang lo tau apa engga tapi yakin lo bakal nyaman disana. jauuuuuh banget tempatnya, sejauh berapa tahun cahaya entahlah. Dan saat lo lari, ada waktunya lo bakal cape, cape banget sampe lo lupa apa yang lo kejar dan yang lo pengen..Saat lo lari, ada waktunya lo bakal cape, cape banget sampe lo pengen istirahat, bentar aja, ngerokok dulu lah, minum dulu lah, atau apapun lah. tapi kemudian lo bisa terus lari, lari, sampe akhirnya lo nyampe tujuan tersebut.. Bayangkan, bayangkan kalo harus lari-lari tapi tanpa bisa tersenyum ? Maka, tersenyumlah dan hidup sesuka lo :p
Hujan, Matahati, Api.
Hujan, air
Dan ialah hujan, yang sekongkol sengaja membuat bumi jadi basah
Dijadikanlah semuanya becek, lembab, sembab
Berteduh, Tersentuh
Dipuji, caci
Maki
Tetaplah Hujan, Air
Dengan genangan genangan terbentuk random
Senyum, Air, Mata, Hati, Bunyi
Hujan, Air
Matahati, Matahari
Dia yang kemudian sembunyi setelah Hujan
Jadi tiba-tiba jahat seolah lempar batu sembunyi ditangan
Jadi tiba-tiba Baik seakan dia tanpa harap balas budi memberi kemudian pergi
Dengan hadiah pelangi
Air… Mata, Hati… Mata, Hari
Airmata, Hati. Matahari. Api.
Behind The J
Bangun, shufling lagu di itunes. lalu mengalun sebuah lagu, Behind the J. sebuah lagu berirama reggae dari Band Shore. lumayan menyemangatkan, ditengah semua drama deadline dan apapun juga awal desember yang tampak akan menyenangkan. Hari ini berasa hari pertama lagi di Bandung, dengan tanggal 1, tanggal yang pasti penuh dengan arsip dan jadwal untuk meeting, setelah beberapa hari sebelumnya terombang-ambing di beberapa kota campaign beberapa brand, kerja dan entah untuk apa mungkin menghilangkan penat.
Behind the J. J yang gw yakin seyakin-yakinnya kalo bumi itu berputar bahwa J itu kependekan dari Jakarta. Karena lagu ini memang menceritakan tentang jakarta.
“Oh jakarta, tak kutemukan bahagia”
“yang ada hanya derita.. Jeritan jiwa”
“Orang bilang, jakarta kota terindah”
“Terindah bagaikan surga”
“Surga macam apa ? “
Dentuman irama reggae, untaian lirik yang bagus. dua vokal yang saling mengiring, vokal wanita mengalun disusul vokal seorang pria.
it’s magical.
Kota jakarta, kota yang katanya hampir 80% uang indonesia itu beredar disana. Kota yang saya jauhi dari semenjak kuliah. Jauhi untuk tidak hidup disana. Entah karena apa, mungkin karena dulu selulus SMA saya pernah nyasar pas mau test ke STAN, serius. Temen-temen saya pun banyak yang kerja disana, dan berhubung saya orangnya terkadang nyinyir level impossibru. Kalimat semacam “Emang uang di Bandung udah habis ya ? pada ke jakarta ?” itu pasti sering terlontar dari mulut kurang ajar ini.
Saya selalu ngebayangin kalo saya kerja di sana, misal kerja kantoran. Masuk kerja jam 9 pulang jam 5, banyak yang bilang perjalanan mereka tuh hampir menghabiskan berjam-jam untuk bolak balik ke kantor. berhubung saya itu pemalas, dan bagi orang pemalas, waktu itu sangat istimewa karena waktu rajinnya pun jarang. Nah kalo lagi rajin terus kejebak macet? gimana mau produktif? ada temen saya yang kerja di salah satu bank di jakarta menjuluki dirinya sendiri itu Vampir, dia ga pernah ngeliat matahari dikala senggang, karena harus berangkat jam 5 pagi dan pulang jam 9 malam. I ca’t live with that.
Satu hal lagi tentang jakarta, ini entah temen-temen saya yang apa deh atau gimana, kebanyakan mereka kerja di Jakarta tuh karena ga dapet kerja di kota yang mereka inginkan. Semacam, “ya sudahlah mau gimana lagi ?”. Tapi ada yang keren juga sih, ada beberapa temen kerja di jakarta dengan tujuan “Untuk mencari ilmu baru”, “Mencari networking” dan hal-hal keren lainnya. Itu keren, hingga tadi pagi dengan mata yang belum mandi saya ditanya sama seseorang yang merupakan diri diri saya sendiri “Lo takut us kerja di jakarta ? Lo takut memulai sesuatu hal yang baru, lingkungan baru dan temen-temen baru ? ” hahaha.. pertanyaan yang sampai sekarang belum terjawab karena ga usah dijawab juga sih..
Yang konyolnya adalah, saya sebagai freelancer kebanyakan kerjaannya dapat dari jakarta, harusnya saya tinggal disana malah. Pasti lebih dari 2 kali dalam sebulan saya ke kota tersebut, untuk meeting ataupun untuk menghadiri beberapa event. Tapi sampai saat ini, belum sempat terpikir juga untuk menetap disana. Saya lebih memilih untuk menempuh perjalanan bolak balik jakarta Bandung yang lebih dari 5 jam untuk meeting yang sekedar 30 menit dibandingkan saya harus tinggal disana.. saya lebih memilih hari senin ke jakarta, pulang ke Bandung lalu ke Jakarta lagi lusanya dibandingkan menatap disana…
Terlepas dari berani apa engga saya menetap disana, atau Bandung adalah comfort zone saya, damn I LOVE BANDUNG.. dan saya masih menetap disini, lebih dari 7 tahun di kota yang penuh inspirasi ini. Bahkan sekarang, saya menulis ini pun di Kota Bandung yang hebat, yang saya sendiri ga tau mau sampai kapan di kota ini.
Kasian Akta IV
- @dausgonia Daus Gonia
- Tampaknya jadi pengen cerita kenapa gw S.Pd tapi ga jadi guru, bukan kultwit yeee, cerita aja : )
- @dausgonia Daus Gonia
- First, saya ngambil Jalur kuliah pendidikan karena berpikir ada yang salah di sistem pendidikan yang ada
- @dausgonia Daus Gonia
- Dan karena jurusan "Pendidikan Ilmu komputer" itu lulusannya pasti dicari market banget, secara itu jurusan pertama yang ada di Indonesia
- @dausgonia Daus Gonia
- Tapi akhirnya saya sadar, belum waktunya saya langsung turun ke kelas, karena selisih antara murid dan saya dulu cuma 5tahun-an : )
- @dausgonia Daus Gonia
- Tapi selain itu, di beberapa lingkungan sekolah tuh apeu banget.. Yang tua yang berkuasa, yang tua yang punya keputusan
- @dausgonia Daus Gonia
- Saat dulu disekolah, saya research tentang pembelajaran di sekolah dengan konsep Role Playing Game.
- @dausgonia Daus Gonia
- Murid suka, nilai mereka secara keseluruhan meningkat, tapi karena saya dikelas pake alat bantu kartu remi. Di marahin dong ama guru lain.
- @dausgonia Daus Gonia
- Beberapa sekolah dan guru (dominan malah) masih banyak yang ga bisa/mau nerima metode yang baru disekolah
- @dausgonia Daus Gonia
- Seperti pemanfaatan teknologi multimedia dan elearning, banyak guru yang ragu untuk menerimanya
- @dausgonia Daus Gonia
- Mungkin karena guru-gurunya takut kalah piawai dengan teknologi baru dibandingkan muridnya : p
- @dausgonia Daus Gonia
- Dan ada beberapa guru yang berpikir "Kalo dengan metode pembelajaran tradisional saja udah jalan, kenapa harus pake yang baru ? "
- @dausgonia Daus Gonia
- Banyak guru yang ga mau Move on : ))))
- @dausgonia Daus Gonia
- Kaya patung pancoran
- @dausgonia Daus Gonia
- Nah disekolah, kebanyakan guru muda itu statusnya ga dianggap, punya metode baru itu seolah-olah mengancam guru yang lain
- @dausgonia Daus Gonia
- Guru-guru newbie itu di kelas lebih banyak dilihat dari segi gimana cara mengajarnya, bukan hasil dan pengetahuan siswanya
- @dausgonia Daus Gonia
- Skripsi saya Judulnya "Penggunaan game dalam pembelajaran bla bla bla" dan sialnya, susah banget itu diterima sama dosen.
- @dausgonia Daus Gonia
- Di kampus "Pendidikan". lebih diterima Metode-metode teoritik yang pada kenyataannya ga kepake. melumut diperpustakaan.
- @dausgonia Daus Gonia
- Seperti kamu yang melumut di hatiku #eaaaaa
- @dausgonia Daus Gonia
- Setelah beberapa kali mencoba inovasi sebagai guru dan gagal, Ok i can live with that..
- @dausgonia Daus Gonia
- Coba cari alternatif lain, Keinginan saya memang merubah sesuatu dari dunia pendidikan. Memerchandisekan bangsa, eh mencerdaskan bangsa : ))
- @dausgonia Daus Gonia
- Mengubah, bukan merubah.. <- gw S.Pd bukan dari Bahasa Indonesia. : )))
- @dausgonia Daus Gonia
- IYA "DI PERPUSTAKAAN", bukan "DIPERPUSTAKAAN". gw bukan guru bahasa indonesia woy!!!! toyot @diladifa
- @dausgonia Daus Gonia
- Sampai mana tadi ? *ngeliatin cewe bule topless di sebuah kolam renang di salah satu hotel di Bali*
- @dausgonia Daus Gonia
- Dan setelah gagal dari dalam "Sekolah", saya coba cari cara lain. ngumpulin temen-temen yang punya passion sama dengan saya.
- @dausgonia Daus Gonia
- Kita bareng-bareng dengan manis, ganteng, dan cantik bikin yang namanya komunitas @pojokpendidikan, empowering teacher
- @dausgonia Daus Gonia
- Di @pojokpendidikan yang "Ga guru banget" kebetulan cuma saya. yang lainnya berwibawa dan sangat guru, dan tentunya guru..
- @dausgonia Daus Gonia
- Kita mencoba beberapa hal kreatif dalam bentuk lain untuk sekolah, kita ngebuat meetup dan workshop untuk beberapa guru, Gratis : )
- @dausgonia Daus Gonia
- Keliling beberapa sekolah di beberapa kota dengan tujuan yang sama, kita bertujuan membawa beberapa metode baru disekolah.
- @dausgonia Daus Gonia
- Niat baik memang pasti banyak yang membantu.. di perjalanan, banyak orang-orang owsom yang membantu @pojokpendidikan : )
- @dausgonia Daus Gonia
- Mas @eNugroho yang dengan passionnya tentang boardgame memberikan pencerahan tentang pembelajaran yang menyenangkan
- @dausgonia Daus Gonia
- APEU!!! RT @diladifa: @@dausgonia "di sekolah" us bukan "disekolah" ... Lo pasti bukan... Ah sudahlah.
- @dausgonia Daus Gonia
- Pak @djadjas yang punya passion sama dalam hal pendidikan ini pun. Sangat membantu banyak buat pojokpendidikan.. thanks : )
- @dausgonia Daus Gonia
- Yang menarik adalah, guru-guru itu lebih terbuka setelah ada tameng yang berupa bapak-bapaknya : )))))
- @dausgonia Daus Gonia
- Dan selain itu, guru-guru juga lebih terbuka karena saya dan teman-teman mencoba sharing, bukan menggurui
- @dausgonia Daus Gonia
- Dan banyak bangeeeet ternyata guru-guru owsom yang menginginkan Perubahan.. mereka sangat terbuka, seriously..
- @dausgonia Daus Gonia
- Pembelajaran dengan boardgame, interaksi Guru dan siswa dalam social media, e-learning, hypnoteaching.. perlahan bisa diterima : )
- @dausgonia Daus Gonia
- Dan dengan kita berangkat ke sekolah-sekolah sebagai "profesional", guru-guru dan kepala sekolah lebih terbuka untuk cerita dan curhat : p
- @dausgonia Daus Gonia
- Masih banyak banget PR yang harus kita lakukan, dan syukurnya sekarang-sekarang malah banyak sekolah yang ngundang kita
- @dausgonia Daus Gonia
- Sebelumnya malah kita yang dateng ke sekolah-sekolah dan kebanyakan malah ditolak karena disangka mau jualan : ))))
- @dausgonia Daus Gonia
- Maka dari itu, sampai sekarang saya belum jadi guru, dan lebih asik ikut campur di dunia pendidikan dari sudut pandang bukan guru : p
- @dausgonia Daus Gonia
- Sangat berpengaruh besar apabila guru bisa melihat sudut pandang pendidikan dari orang lain, maka akhirnya kita buat pojokpendidikan.com
- @dausgonia Daus Gonia
- Mayoritas pengunjung di web tersebut adalah guru, dengan yang diharapkan para penulisnya bukan hanya guru.
- @dausgonia Daus Gonia
- Pojokpendidikan.com untuk sekarang memang baru portal tulisan, itu langkah kecil kita di dunia online : )
- @dausgonia Daus Gonia
- Jadi kalo ada yang mau nulis tentang "pendidikan" dan ingin dibaca oleh guru dan beberapa praktisi, silakan tulis aja disana : )
- @dausgonia Daus Gonia
- Sekian dan terima kasih. With Love, Daus Gonia : ))))
- @dausgonia Daus Gonia
- <- pengennya dapet penghasilan di bidang lain dan berdedikasi untuk dunia pendidikan biar ga usah jualan LKS : ))))
- lynxluna Didiet Noor Retweeted by @dausgonia
- @@dausgonia tambahan info, dulu guru bhs indo itu terpinggirkan, habis ada UAN bhs indo jd ada penghasilan tambahan XD. beruntung mak gue
- @dausgonia Daus Gonia
- Suatu saat harus ngobrol : )) RT @FantasticHaKi: "Metode pembelajaran dengan pendekatan K-Pop". Sounds weird, but its work. I did it... ;)
- @dausgonia Daus Gonia
- Btw, selamat hari Guru buat para guru di seluruh galaksi bima sakti… U ARE ALL AWESOME!!!!
- @dausgonia Daus Gonia
- Buat para follower baru yang gara-gara saya cerita barusan, jangan nyesel. jarang-jarang saya ngetwit kaya gitu. banyaknya nyampah : )))
- @dausgonia Daus Gonia
- IYA!!! RT @arisetyo: jadi guru itu berat, soalnya klo yang diambil murid malah yang buruk2nya, ikut kebagian dosa deh.. :D
Self Employed
Hampir setengah semester kembali menjadi self employment. Ya, kerja untuk diri sendiri. Setelah sebelumnya 2 tahun saya menjadi karyawan tetap sebuah perusahaan. Saya jadi freelancer dari semenjak masa kuliah, semester 2 tepatnya, kerja serabutan apapun yang bisa ngehasilin uang buat tambah-tambah biaya kuliah. Hingga setelah lulus kuliah timbul keinginan untuk menjadi orang kantoran, kerja dari jam 9 sampai jam 5. Dan walaupun pada kenyataannya kantor tempat saya kerja dulu terlalu keren hingga batas jam 9 sampai 5 itu kadang-kadang jadi terlalu abstrak tapi menyenangkan.
Jadi self employment asik loh, untuk beberapa orang dilingkungan saya, mereka nyebut dirinya sendiri Freelancer atau semacam itu. Apalagi sekarang banyak banget tempat yang bisa dijadiin tempat kerja. Di hampir semua kafe sekarang ada koneksi internetnya, jadi ga harus kaya dulu, dulu sewaktu saya mahasiswa dan jadi freelancer Desainer Kaos perdistroan, saya hampir tiap tengah malem ke warnet, untuk ngirim desain, sekarang mungkin ga harus kaya gitu. FYI juga, di Bandung sekarang ada yang namanya hackerspaceBDG, semacam Creative Hub tempat para Self Employed kerja bareng, terdiri dari beberapa Web developer, Game Developer, Bloger, dan para penulis buku.
Meski secara resmi saya baru jadi self employment full selama 3 bulan. Tapi yah, Selain disangka pengangguran, banyak hal lain yang terkadang salah dianggap sama orang lain tentang self employment atau freelancer.
Self Employed itu ga punya waktu libur
Ga sedikit orang yang ternyata berprasangka seperti itu, menyangka para Self Employed itu ga punya hari libur, punya jam kerja 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. mungkin karena banyak dari para Self Employed yang sabtu minggu masih kerja, termasuk saya. tapi banyak juga loh ternyata para Self Employed yang memberlakukan jam kerja normal seperti para karyawan kantoran.
Selain disiplin terhadap diri sendiri, masalah utama dari para self employed/freelancer jam kerjanya lebih banyak dan tidak teratur karena banyak dari mereka yang cuma dapet bayaran kalo mereka kerja. Yang kaya gini biasanya yang sistemnya project, nah kerjaan yang kaya gini yang pasti selalu ada deadlinenya, tanpa disiplin yang cukup dan dengan tawaran bayaran yang biasanya gede untuk project project mepet, biasanya para self employed/freelancer selalu keteteran untuk masalah waktu hingga tetap mengharuskan kerja di hari-hari yang sepatutnya libur. Pada awalnya dan kebanyakan kerjaan saya sekarang pun yang seperti itu, kategori Menjait (Menjual jasa IT) yang ketat banget deadlinenya, saya dapet duit kalo kerjaannya udah beres, tapi meskipun akhir-akhir ini udah lumayan ada beberapa yang bisa memastikan saya tetep dapet uang rutin perbulannya, hingga ga harus terus dikejar deadline
Nah ternyata banyak juga kerjaan para self employed yang tanpa model “Dapet bayaran kalo kerja”, Banyak teman saya yang istilahnya mereka punya tuyul yang ngedatengin uang perbulannya, tuyulnya bisa berupa Buku, game di appstore, WP theme dan Grafis di Market Place, para self employed seperti ini yang biasanya kerjanya lebih santai.
Self Employed Itu lebih beresiko daripada karyawan
“Emang ngejamin tiap bulan dapat project ?”, ” Yakin product atau service nya laku? ” Saya sering mendapatkan pertanyaan seperti ini. Dan kebetulan kalo yang nanyanya karyawan, saya suka balik nanya ke dia “Emang yakin kamu ga bakal dipecat bulan depan?”.
Kenapa jadi Self Employed itu lebih beresiko ? bukannya jadi karyawan yang lebih beresiko ?. Seharusnya para self Employed yang ga lebih beresiko. untuk masalah keuangan misalnya, bagi para Self Employed, kalo mereka pengen dapet duit lebih ya kerja lebih atau semacamnya. Untuk orang kantoran, terlepas dari masalah bisa ngutang ke kantor (damn, i love this part when i was karyawan) udah pasti dapet uang dengan jumlah yang ditentukan, dan kalopun harus dapet uang lebih harus cari kerjaan lain diluar kantor tersebut, dan resikonya adalah, jam kerja jadi lebih banyak.
Balik lagi ke masalah resiko, ayolah. Resiko yang paling tinggi dari seorang karyawan adalah saat Dipanggil ngedadak ke ruang HRD dan tiba-tiba kamu dipecat. Atas dasar keyakinan apa ini ga bakalan terjadi di bulan tertentu ?
*noted : Saya resign ya dari kantor sebelumnya, bukan dipecat
Self Employed itu cenderung lebih stress
Baik karyawan atau self Employed, stress itu pasti pernah dialami. Orang-orang yang kerja untuk diri sendiri seharusnya tingkat stressnya lebih rendah, kenapa ? karena yah balik lagi ke masalah kontrol. menurut saya dan bagi saya pribadi, menjadi self employed itu lebih leluasa dalam melakukan apapun.
Self Employed bisa mengatur tempat kerjanya sendiri, bosen kerja disuatu tempat ya tinggal pindah tempat kerjanya atau pergi ke tempat yang baru atau bahkan ke luar kota. Untuk jam kerja pun demikian, Self employed bisa mengatur jam kerjanya sendiri atau ga kerja sekalipun juga bisa :p. Jadi Self Employed itu ga bakalan ada seseorang yang berhak untuk menyuruh kita melakukan sesuatu yang ga kita pengen, kecuali pacar.
Client/Customer itu adalah Raja
Saat saya jadi karyawan, kebetulan di bagian marketing, istilah ini bener banget. Ini keharusan, karena saya mewakili perusahaan dimana tempat saya kerja. Setelah jadi self employed, hihi. saya bebas milih-milih client/Customer. Lumayan banyak tawaran project yang saya tolak, selain karena masalah kita harus bisa banget berkata “Tidak” karena resikonya nanti kita keteteran waktu, ada beberapa Client/Customer/Project yang memang layak kita tolak.
Kalo sekiranya ga suka sama Client/Customer nya, mending kita tolak kerjaannya, daripada nanti jadi tidak menyenangkan ngerjainnya. Cient/Calon Client adalah raja kadang ga berlaku untuk self Employed.
Self Employed itu kesepian
Jujur, saat saya dulu memilih untuk jadi karyawan, salah satu alasannya adalah ini. Saya takut kalo misalnya saya Full jadi Self Employed ga punya temen. Tapi ternyata saya salah, kalo masalah temen sih balik lagi ke kepribadian masing-masing ternyata. Dan melihat sekarang banyak banget komunitas-komunitas, anggapan para Self Employed itu kesepian seharusnya ga Valid, tapi iya sih, temen-temen saya yang Self Employed banyak yang masih jomblo.
Setelah beberapa lama jadi self Employed, ternyata temen saya jadi malah tambah banyak, pas saya jadi karyawan, hampir setiap hari ketemu dengan orang yang sama, itu-itu aja. Tapi sekarang, kesempatan untuk ketemu orang baru itu banyak banget. Dapet Client baru dapet temen baru, kenal beberapa orang dengan kantor-kantor yang berbeda. Yap, dan karena Self Employed (khususnya saya) lebih banyak waktu luang dan akhirnya jadi lebih sering beraktifitas juga di sosial media, terus ketemuan secara offline di beberapa gathering, malah jadi makin banyak banget temen baru.
Dan Self Employed dilihat sebagai pacar ? Damn dude, alasan apalagi untuk seorang Self Employed untuk ga bisa nemenin kapanpun dan dimanapun buat pasangannya, bisa antar jemput pacar tiap hari, bisa nganterin makan siang ke kantor pacarnya? Buat para cewe, cobain pacaran sama yang self employed, dijamin menyenangkan :p
Self Employed Mengerjakan Semuanya Sendiri
Self Employed memang bertanggung jawab atas semua kerjaannya. Tapi kalo saat kerjaannya banyak dan harus dilakukan sendiri, itu langkah gila namanya. Kebetulan salah satu dan yang dominan dari pekerjaan saya adalah tentang jasa di bidang IT, dan ga mungkin itu dikerjain sendiri karena pekerjaannya sendiri terdiri dari beberapa asepek yang beda-beda. Programming, Desain, dan tetek bengek lainnya. Oleh karena itu pasti butuh bantuan dari orang lain yang bener-bener ngerti dalam hal ini.
Untuk ngerjain semuanya sendiri memang bukan hal yang ga mungkin, tapi ya dikerjain bareng orang lain agar lebih cepat sambil bagi-bagi rezeki itu lebih asik.
Cobain aja dulu
Yap, mau jadi karyawan, enterpreneur, Self Employed, Freelancer, Profesional memang banyak sisi positif dan negatifnya. Sama aja, ga tergantung lebih menyenangkan yang mana untuk dipilih sama seseorang. Yang penting bisa makan dan tetep menyenangkan.
Tapi saya sendiri memilih jadi Self Employed bukan karena saya ga mau jadi karyawan, dan bukan berarti suatu saat saya ga akan jadi karyawan lagi. Tapi, saya ga mau menyesal disuatu hari nanti di waktu sudah mulai berumur mulai mikir dan nyesel “Kenapa dulu saya ga pernah nyoba untuk kerja sendiri atau bikin bisnis sendiri ya ? “.
Anjis, jadi panjang gini dong tulisannya.
Bentar Lagi Senin
Bang, tiba-tiba saja sabtu itu kita ada di sebuah tempat ngopi, Kopi Progo tempatnya, sebuah kafe di Bandung yang tentu ngejual kopi maka dari itu namanya kopi progo, walau ternyata mereka ga hanya ngejual kopi tapi juga makanan dan minuman lain. Tapi kopi progo hanya tempatnya, ga penting untuk dibahas meskipun yang sebenarnya hal lain yang saya bahas pun ga penting. Yang jelas hari itu kita kerja bareng disana, kalau perlu disebutin kita itu adalah Saya, om Ari, Asep, dan Helmi. Saya sebut Ari om karena dia yang paling tua, anaknya dua.
Pada sebuah jam di menit tertentu dan suatu detik obrolan kita mengarah ke freelancing, dan kebetulan kita berempat ngakunya freelancer. Sedangkan sementara itu di timeline twitter ada beberapa orang yang ngeluh tentang hari senin, tentang weekend itu kenapa cuma 2 hari kenapa ga 4 hari aja gitu weekendnya.
Dan setelah kopi saya minum, Ari sedang koding sebuah game (yeah, dia game developer walau anaknya dua), Asep lagi nyari info alamat client barunya, dan Helmi oh entah sedang apa tampak tidak sedang apa-apa dan fakta nya dia suka ngaku-ngaku pengangguran, timbulah sebuah ide, ide yang ga sengaja dateng tapi sengaja saya ceritain, ide yang sederhana dan lebih ke bercanda.
Ide untuk ngebuat sebuah akun di twitter yang berupa sebuah gerakan. Gerakan untuk nyinyirin para karyawan yang harus balik lagi ke kantor hari senin setelah sabtu minggu yang bahagia. Gerakan untuk mencintai hari senin, ya mencintai hari senin, karena entah bagaimana sejarahnya hari Senin itu jadi sangat dibenci oleh hampir semua orang. Senin jadi hari paling antagonis dari semua hari hari. Pokoknya kasian si senin, padahal senin ga salah apa-apa.
Semua ide itu saya ceritakan ke semuanya, hanya asep yang keliatan peduli walaupun ga yakin juga sih, ari hanya peduli pada game-nya dan Helmi entah peduli pada apa selain kopi yang dia pesen ternyata salah.
Yang menarik adalah, pas malam-nya tiba-tiba si asep jadi serius tentang ide ini, ngebuat bot di twitter @bentarlagisenin yang tiap jam ngingetin kita Hari senin itu berapa lama lagi. nge-buat web dengan alamat http://lovelymonday.com/ yang sama halnya akun twitter, di web ini juga ada counter waktu untuk mengingatkan hari senin.
Saya dan asep kemudian koar-koar di twitter, tentang ini, tentang BentarLagiSenin yang Awesome, tentang gerakan mulia kita untuk mengingatkan betapa indah hari senin, hari dimana semua orang ketemu lagi dengan perkerjaan, dan Teman-teman kantor yang mereka cintai, hari dimana cuma lima menit saja dari lamanya waktu seminggu banyak orang yang menghormati bendera merah putih saat upacara di sekolah-sekolah.
Tak berapa lama kemudian, banyak orang-orang keren yang juga tertarik, Didiet (lynxluna) dari jogja yang langsung ngebuat Apps untuk iPhone, kemudia ada Alfaridi yang ngebuat apps untuk Androidnya, juga ada front-end developer Bravocado yang tertarik untuk redesain webnya. Dengan visi dan misi yang sama untuk membuat dunia ini lebih baik dan semua orang bisa mencintai hari senin.
Mau tau apa aja yang akan kita lakukan untuk membuat hari senin jadi hari yang lebih baik ? follow aja dulu twitternya di @bentarlagisenin.
*noted : Asep dari cerita ini adalah Asep Bagja, Freelancer sukses berpenghasilan 50 juta perbulan, untuk info lebih lanjut silakan cek di web pribadi dia http://asep-freelancer-50jutaperbulan.com



